Mantap Indonesia Berpotensi Besar Jadi Pusat Fashion Muslim Dunia


0

Indonesia dinilai mempunyai potensi besar menjadi pusat fashion muslim dunia. Meski begitu, terdapat sejumlah kegiatan rumah yang mesti segera diselesaikan.

“Industri fashion muslim Indonesia mempunyai potensi yang lumayan besar untuk dapat menjadi pusat fashion muslim dunia. Hanya saja, masih ada sejumlah pekerjaan lokasi tinggal yang masih mendera industri fashion muslim anda dan ini mesti segera diselesaikan. Pasar anda besar dan kebiasaan kita paling kuat, ini dapat menjadi kekuatan terbesar anda nantinya,” ujar Ketua Pokja Industri Kreatif Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid dalam keterangannya.

Irfan menuliskan Indonesia menjadi di antara negara dengan konsumsi terbesar di dunia pada busana muslim. Namun sayangnya, Indonesia bahkan tidak masuk ke dalam jajaran 10 besar fashion muslim dunia.

“Tentunya ini paling disayangkan menilik potensi yang anda miliki,” kata Irfan yang ikut menemani Presiden Joko Widodo ketika meninjau stan-stan pameran.

Pada tahun 2016, Indonesia menguras konsumsi guna busana muslim sebesar 13.5 miliar USD atau terbesar kelima di dunia (The State of Global Islamic Economy Report, 2016). Angka ini semakin menunjukkan tingkat konsumsi yang tinggi dari negara kita, yang juga diprovokasi oleh total populasi muslim Indonesia yang adalahterbesar di dunia ketika ini.

Potensi ini yang seharusnya dapat dimanfaatkan guna menjadikan Indonesia tidak melulu sebagai “pasar” saja, namun menjadi produsen utama fashion muslim dunia. Performa sektor fashion pada lazimnya di Indonesia paling baik. Pada tahun 2016, sektor fashion menyumbang total 18% terhadap PDB sektor ekonomi kreatif atau yang sangat besar dibanding subsector ekonomi kreatif lainnya.

Sebelumnya, KEIN sudah menjadikan fashion muslim sebagai di antara bahan kajian bareng para stakeholder industri fashion muslim. Dalam diskusi dan kajian itu dihasilkan sejumlah poin penting salah satu lain ialah positioning industri fashion muslim Indonesia, keterhubungan industri hulu dan hilir fashion muslim, pelatihan dan edukasi sumber daya manusia, pencanangan design district fashion muslim di Indonesia, isu fashion internasional; perpajakan dan pembiayaan, serta ongkos ekspor dan logistik.

“Isu di atas adalahrangkuman dari permasalahan-permasalahan yang sekitar ini masih menjadi batu sandungan untuk industri fashion muslim Indonesia guna bertumbuh lebih jauh,” paparnya.

“Kita mesti memburu ketertinggalan. Kita mesti dapat menyaingi Singapore dan Malaysia yang masuk ke dalam jajaran 10 besar fashion muslim dunia. Bagi itu, saya dan anda butuh menata ekosistem bisnis yang kondusif dan suportif terhadap industri fashion muslim. Kita mesti dapat membantu industri ini tumbuh menjadi di antara industri masa mendatang yang menjanjikan untuk perekonomian bangsa,” tambah Irfan.

Muslim Fashion Festival atau Muffest sah menginjakkan kaki pada tahun ketiga pelaksanaannya. Muslim Fashion Festival (Muffest) 2018 yang dilakukan pada 19 – 22 April 2018 di Jakarta Convention Centre, Senayan berisikan sejumlah rangkaian acara salah satu lain ialah pameran, fashion show, dan talkshow.

Acara ini bertujuan guna memperkuat perekonomian Indonesia melewati industri fashion muslim yang sedang menggeliat serta diinginkan untuk dapat memberikan pandangan terhadap pemerintah Indonesia guna menjadikan Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia.

Acara ini dimulai oleh Presiden RI Joko Widodo yang muncul dengan memakai peci, kameja batik, dan sarung garut. Di samping itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto serta sejumlah jajaran kementerian/lembaga lainnya ikut meramaikan pembukaan acara tersebut.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *