Inilah Cara Hidup Masyarakat NTT dari Koleksi Terbaru Happa


0

Beberapa masa-masa belakangan, NTT menjadi satu area di Indonesia yang paling digandrungi oleh masyarakat lokal, maupun mancanegara, khususnya untuk dalil wisata. NTT memiliki kebiasaan yang menjadikan adat istiadat sebagai penunjuk jalan (Hulu Laran) atau teknik hidup sehari-hari yang urgen dalam kehidupan sosial berbagi suku di sana.

Dalam koleksi yang bertema Hulu Haran Resort 2019 kali ini, Happa terinspirasi guna mengusung cerita Sang Penyair dari unsur timur dan Tari Caci dari barat sebagai ilham koleksi terbarunya. Yang kesatu ialah cerita leluhur “Wato Wele-Lia Nurat,” tradisi lisan penyair sastra dari suku Lamaholot, NTT.

Para penyair ini ialah orang opsi yang diandalkan mendapat anugerah guna bersyair dari Bintang Jatuh (Mnuno Buno.) Ketika sang penyair sedang bertutur, ia ditemui dan didampingi oleh Sili Gokok, burung elang yang juga dipercayai memberikan sang penyair keterampilan bersastra.

Syair yang dilantunkan seringkali berisi faedah sosial atas dominasi di wilayah tersebut, dituturkan dalam ritual pernikahan, upacara penguburan, pendahuluan ladang, dan panen. Melalui koleksinya, Happa merepresentasikan cerita sang penyair dalam format bordir dan print di kain.

Sastra lama suku Lamaholot, NTT tampak pada aksen bordir yang diaplikasikan secara detail. Ilustrasi print pada kanvas linen dan katun pun mengadaptasi simbol-simbol pemberi kekuatan sang penyair, laksana bintang jatuh, burung elang, dan perumpamaan sang penyair tersebut sendiri.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *