Definisi dan Pemahaman Fashion


0
kita akan membahas tentang fsahion saat ini ,, Anda juga dapat melihat di youtube tentang mode dan perkembangannya, untuk melihatnya klik di sini
Definisi mode dapat dirumuskan dalam kalimat yang berbeda, tetapi pemahamannya tidak berbeda dari awal abad ke-20 hingga memasuki era global. Pada prinsipnya, fashion tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor tertentu dari selera orang yang dipengaruhi oleh perkembangan sosial-budaya tertentu dan dalam rentang waktu tertentu.
Hampir semua orang telah berbicara tentang mode, apakah itu peragaan busana, pameran mode, atau tentang perangkat mode yang dijual di pasar. Namun ketika ditanya apa definisi fashion yang sebenarnya, akan sulit dijelaskan, bahkan mereka yang memiliki profesi terkait dunia fashion.
Fashion itu sendiri adalah sebuah kata yang lebih populer dan lebih akrab bagi kebanyakan orang Indonesia daripada kata-kata penyerapannya: fashion, meskipun menurut Wikipedia ekuivalen fashion dalam bahasa Indonesia adalah fashion, banyak orang cenderung mengaitkannya dengan pakaian atau perangkat yang melengkapi pakaian.
Apa definisi mode dan bagaimana memahami mode?
Secara etimologis Fashion berasal dari bahasa Latin, factio, yang berarti "melakukan". Arti sebenarnya dari kata "fashion" adalah sesuatu yang merujuk pada hal-hal yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Hal-hal yang dilakukan tidak terbatas pada orang yang memakai pakaian, tetapi memasukkan makna yang lebih luas.
Dalam perkembangannya, kata yang berasal dari bahasa Latin diserap dalam bahasa Inggris menjadi "mode" yang kemudian diartikan sebagai gaya berpakaian yang populer di suatu budaya. Dalam perkembangannya, fashion tidak hanya dipahami terbatas pada pakaian, tetapi juga meluas ke peralatan seperti sepatu, tas dan lainnya, bahkan berbagai produk hingga gaya hidup.
Sebagai hasil dari "mode" memiliki pemahaman yang bias, maka banyak ahli mencoba untuk mendefinisikan apa sebenarnya "mode" itu. Tidak hanya ahli bahasa, tetapi juga ahli di berbagai bidang, terutama dari dunia mode itu sendiri. Tidak ada salahnya mengetahui berbagai definisi dan pemahaman tentang "mode" dari para ahli untuk menambah wawasan, setidaknya ketika berbicara tentang mode kita tahu lebih banyak tentang batas-batas dan pemahaman tentang "mode" untuk mengetahui ruang lingkup yang tepat dari percakapan kita. Jadi oleh mereka yang mengerti masalah fashion, kita tidak dihakimi berbicara secara naif dan sadar tentang fashion.
Polhemus dan Procter mendefinisikan mode sebagai bentuk dan jenis prosedur atau cara akting. Dalam masyarakat barat kontemporer, istilah fashion cenderung diartikan sebagai pakaian, gaya, dan mode. Media Barat mempertajam asumsi ini dengan memberikan judul pusat mode dunia ke kota-kota di mana desainer terkenal mengadakan peragaan busana seperti New York, Milan, Paris, dan London.
Terkait dengan definisi dan pengertian mode, Thomas Carlyle percaya bahwa pakaian melambangkan jiwa pemakainya. Pakaian busana tidak lepas dari perkembangan sejarah kehidupan dan budaya manusia. Karenanya Carlyle menekankan bahwa fashion dapat disamakan dengan "kulit sosial" yang mencerminkan gaya hidup masyarakat dan mengekspresikan identitas tertentu yang merupakan bagian dari kehidupan sosial.
Sehingga busana yang dipilih seseorang dapat menunjukkan bagaimana seseorang memilih gaya hidup. Seseorang yang sangat fashionable, secara tidak langsung membangun dirinya dengan gaya hidup modern, karena ia selalu mengikuti tren. Menurut Carlyle, ini menunjukkan bahwa fashion dapat membantu menentukan sikap dan nilai-nilai dan menunjukkan status sosial.
Kesimpulan itu mirip dengan pendapat Solomon yang diterbitkan melalui bukunya "Consumer Behavior". Menurutnya, mode adalah proses penyebaran sosial untuk mode baru yang akan diadopsi oleh kelompok konsumen. Fashion mengacu pada kombinasi dari beberapa atribut yang dianggap terkini, jadi jika mereka tidak diadopsi, mereka dapat dianggap fashion. atau ketinggalan jaman.
Pemahaman ini juga mirip dengan kesimpulan yang diajukan oleh Troxell dan Stone dalam bukunya "Fashion Merchandising". Mereka mendefinisikan mode sebagai gaya yang diterima dan digunakan oleh sebagian besar anggota grup sekaligus. Definisi ini juga menyiratkan bahwa mode terkait dengan mode atau gaya yang populer, kepribadian seseorang, dan rentang waktu. Sekaligus menjelaskan mengapa suatu gaya yang sedang menjadi tren saat ini dapat dikatakan sudah ketinggalan zaman, setelah melewati beberapa bulan kemudian.
Definisi dan pemahaman tentang fashion yang dijelaskan oleh Simmel dalam bukunya "Fashion" lebih berfokus pada tren individu dan komunitas. Menurut Simmel ada dua kecenderungan sosial yang membentuk mode. Kedua kecenderungan itu saling terkait dan membentuk satu kesatuan, jika tidak ada satu pun dari kecenderungan ini maka mode tidak akan terbentuk.
Dia menjelaskan, kecenderungan pertama adalah kebutuhan untuk disatukan, sedangkan kecenderungan kedua adalah kebutuhan untuk diisolasi. Individu harus memiliki keinginan untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, tetapi masyarakat dan individu juga harus memiliki keinginan untuk menjadi sesuatu yang terpisah dari bagian itu.
Menurut Simmel, manusia harus sosial dan individu pada saat yang bersamaan, dan fashion adalah cara untuk menegosiasikan kedua hal ini. Ketika kebutuhan untuk membedakan dirinya atau membedakan kelompoknya dari kelompok lain yang lebih besar, maka mode akan berkembang lebih cepat. Tetapi sebaliknya, jika masyarakat lebih atau kurang stabil, mode cenderung berubah.
Sementara menurut Malcolm Barnard yang secara etimologis mengaitkan fesyen dengan kata yang berasal dari bahasa Latin "factio" berarti "membuat", maka arti "fesyen" adalah sesuatu yang dilakukan oleh seseorang. Namun dalam perkembangannya ada penyempitan makna mode. "Fashion" saat ini diartikan sebagai pakaian dan aksesoris yang dikenakan oleh seseorang.
Namun menurutnya, bukan berarti pakaian yang dikenakan seseorang kemudian bisa dikategorikan modis. Juga pakaian yang saat ini sedang dibuat, suatu hari tidak akan lagi dibuat dan ketinggalan zaman, karena perubahan selera orang yang memakainya. Fashion selalu memiliki siklus hidup tertentu dan selalu berubah dari waktu ke waktu.
Definisi dan Pemahaman Fashion
Sesuai definisi dan pemahaman mode, mereka dibuat di era masing-masing.
Berdasarkan berbagai definisi dan deskripsi tentang mode, mode dapat disimpulkan sebagai kecenderungan untuk mengikuti gaya tertentu yang populer pada waktu tertentu dan akan berlaku untuk periode waktu tertentu. Fashion tercermin oleh pakaian dan aksesoris yang memiliki desain tertentu yang disukai oleh kebanyakan orang.
Fashion tidak hanya memberi seseorang model pakaian tertentu yang membuatnya merasa lebih nyaman, tetapi juga bisa mencerminkan dirinya melalui pakaian yang ia kenakan. Bahkan seseorang bisa apa saja sesuai dengan pakaian yang mereka pilih. Faktor dalam pengembangan teknologi industri yang memungkinkan produksi bahan mode yang lebih canggih dan peran teknologi informasi adalah faktor yang sangat mempengaruhi perubahan mode.

Definisi dan Pemahaman Fashion
Desainer hanya menawarkan model, fashion ditentukan oleh selera konsumen.
Dari waktu ke waktu perkembangan mode sulit untuk diprediksi karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama kecenderungan konsumen terhadap produk dengan desain baru, baru dan terbaru. Fashion tidak ditentukan oleh hasil desain desainer atau promosi yang terus-menerus oleh produsen. Mereka hanya menawarkan berbagai desain, tetapi pada akhirnya pilihan apa yang akan menjadi tren sepenuhnya tergantung pada konsumen, terutama wanita

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
admin